Journaling. Katanya..
Pokoknya jangan NYERAH
Sudah hampir dua tahun melanjutkan studi lagi untuk jenjang S1 sambil tetap melakukan pekerjaan harian. Dimulai dengan coba mendaftar untuk program ekstensi dari D3 yang sudah dipegang, ternyata lolos seleksi.
Di awal masih OK dengan materi yang diberikan, masih bisa mengikuti. Lambat laun ternyata malah memang banyak PR dan menyadari banyak ketinggalan atau bisa dibilang tidak tahu. Apalagi pekerjaan yang dilakukan sekarang tidak ada sangkut pautnya dengan yang dipelajari, dan jurusan D3 yang diambil dulu juga tidak ada yang bisa dijadikan dasar untuk materi sekarang ini, bahkan itu pun sudah 10 tahun yang lalu.
Semua dilakukan karena hobi.. atau passion.. atau apalah itu..
Yang jelas sama seperti yang dikatakan banyak mentor atau tutor online diluar sana, saat coding dan programnya berhasil, rasanya wah..
Namun ternyata ketika mengambil jalur resmi untuk mendapatkan gelar yang berkaitan dengan per-coding-an, ternyata hobi atau rasa wah itu tidak cukup. Harus konsisten, harus disiplin belajar.
Hampir mau nyerah, terutama karena saat tugas kelompok hanya merasa jadi beban. Rekan-rekan lain karena sudah menjadi makanan sehari-hari mereka, setiap pertanyaan pada tugas bisa diselesaikan dengan baik dan tempo yang sesingkatnya, sementara diriku masih membutuhkan waktu untuk memahami materi baru kemudian syukur-syukur bisa menjawab pertanyaan yang menjadi bagiannya. Belum lagi kalau sudah terbentur dengan jadwal kerja yang padat atau agenda keluarga yang tidak bisa diganggu waktunya (dan memang jangan diganggu).
Tapi kalau nyerah…
Kalau nyerah gak bakal jadi contoh yang bagus. Buat anak-anak.
Akhirnya coba lagi mengingat kenapa melakukan ini, coba cari “penyemangat” lewat tutorial di youtube, udemy, dan platform lainnya. Sampai ada salah satu youtuber di salah satu videonya mengatakan:
Dokumentasikan.
Mungkin ini lebih ke dokumentasikan codingan, maupun resource project yang lain. Apapun itu. Jadi atau tidak. Yang juga bisa dijadikan bahan untuk membuat portofolio di kemudian hari.
Tapi saya lebih memaknainya dengan cara yang berbeda, namun mirip:
Tulis jurnal.
Tulis jurnal perjalanan belajar coding.
Tulis jurnal perjalanan untuk menyelesaikan studimu.
Tulis jurnal untuk menjadi seorang software developer.
Tulis jurnal.
Pokoknya tulis.
Dokumentasikan tiap hari apa yang dipelajari.
Entah satu jam belajar, dua jam, satu menit, sepuluh menit.
Pokoknya tulis.
Dari sini bisa diukur, setiap blok yang disusun secara perlahan.
Pelan-pelan, satu unit belajar diselesaikan, didokumentasikan.
Dan mungkin..
Atau bahkan pastinya suatu saat nanti, kalau ini lanjut terus, dan harus lanjut terus.
Saya sendiri bisa lihat bagaimana perjalanan yang sudah ditempuh.
Dari “Hello World!”
Menjadi “I’m ready World!”
Jangan Nyerah. Pokoknya Tulis.
-WT-
Leave a comment